Senin, 02 April 2012

Perang Badar


Oleh : Hafiz Fajrin Aditama / Teknik Pertanian dan Biosistem UGM

Perang Badar merupakan awal perhelatan senjata dalam kapasitas besar yang dilakukan antara pembela Islam dan musuh Islam. Saking hebatnya peristiwa ini, Allah namakan hari teradinya peristiwa tersebut dengan Yaum Al Furqan (hari pembeda) karena pada waktu itu, Allah, Dzat yang menurunkan syariat Islam, hendak membedakan antara yang haq dengan yang batil. Di saat itulah Allah mengangkat derajat kebenaran dengan jumlah kekuatan yang terbatas dan merendahkan kebatilan meskipun jumlah kekuatannya 3 kali lipat. Allah menurunkan pertolongan yang besar bagi kaum muslimin dan memenangkan mereka di atas musuh-musuh Islam.
Perang Badar ini menunjukan bahwa Allah memiliki kuasa atas apapun yang dikehendaki, awalnya Rasulullah SAW berserta para sahabat berencana untuk menghadang kafilah dagang kaum Quraisy yang hendak kembali ke Mekah dan melewati Madinah namun Allah berkehendak lain yang dihadapi oleh kaum muslimin bukanlah kafilah dagang melainkan sebuah pasukan yang siap tempur untuk menghadapi kaum muslimin. Kenyataan ini memberikan pelajaran penting dalam masalah aqidah bahwa tidak semua yang dikehendaki orang shaleh selalu dikabulkan oleh Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang mampu mengendalikan keinginan Allah. Sehebat apapun keshalehan seseorang, setinggi apapun tingkat kiyai seseorang sama sekali tidak mampu mengubah apa yang Allah kehendaki.
Peristiwa Perang Badar ini menunjukan keteguhan hati kaum muslimin pada zaman tersebut, mereka berani untuk maju berperang meskipun sudah tahu bahwa mereka kalah jumlah dengan pasukan quraisy. Mereka menunjukan keberanian hati untuk berjuang dijalan Allah dan berharap dapat mati syahid dibandingkan dengan harus berada di dunia yang fana, mereka menunjukan sikap zuhud dunia (benci) kepada dunia dan menyerahkan segala jiwa dan raga mereka untuk menegakan ajaran Allah SWT.
Pada hari menjelang perang badar Allah memberikan rasa kantuk kepada segenap para kaum muslimin agar mereka dapat tenang dan siap dalam berperang dan Rasulullah senantiasa berdoa kepada Allah untuk kemenagan kaum muslim. Sementara dipihak lain, Allah SWT memberikan rasa khawatir dan kecemasan kepada kaum quraisy namun kaum quraisy malah berpesta dan menyombongkan diri mereka. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu di bawah pengaturan Allah, karena ditutupi dengan kesombongan mereka. Mereka tidak sadar bahwa Allah kuasa membalik keadaan mereka. Itulah gambaran pasukan setan, sangat jauh dari kerendahan hati dan tawakal kepada Yang Kuasa. Allah senantiasa menaungi segenap makhluknya yang bertawakal di jalan-Nya, Allah akan menjamin kebahagian bagi orang-orang tersebut. Sesungguhnya agama islam ini milik Allah dan kita sebagai makhluknya beribadah sesuai dengan petunjuk-Nya.
Sungguh sangat disayangkan, banyak di antara kaum muslimin di masa kita melalaikan kejadian bersejarah ini. Padahal, dengan membaca peristiwa ini, kita dapat mengingat sejarah para shahabat yang mati-matian memperjuangkan Islam, yang dengan itu, kita bisa merasakan indahnya agama ini. Peristiwa perang badar ini juga dapat dijadikan rujukan kita sudah sejauh mana ibadah yang telah kita lakukan, apakah keberanian dan tekad kita dalam membela islam sudah seperti kaum muslimin pada zaman Rasulullah SAW atau belum. Apakah kita akan menjadi orang yang hubud dunia atau orang yang zuhud dunia? Mari kita saling merefleksikan diri dan senantiasa berintrospeksi.
Sebuah footnote tentang Perang Badar dari perkataan Al Miqdad radhiyallahu ‘anhu ini merupakan cuplikan dari firman Allah surat Al Maidah: 24.
Mereka…
Mereka menang bukan karena kekuatan senjata
Mereka menang bukan karena kekuatan jumlah personilnya
Mereka MENANG karena berperang dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya…
Allahu Al Musta’an


Jalejo: Alternatif Tepung Bergizi


(adm/25 Jan 2012)
Telah banyak tercipta berbagai inovasi tepung sebagai bahan industri pangan. Mulai dari tepung jagung, tepung ubi jalar, tepung kasava, tepung kentang, dan sebagainya. Kini tepung tidak hanya terbuat dari satu bahan dasar namun tiga.
Jalejo adalah singkatan dari Jagung, Kedelai dan Kacang Hijau yang merupakan tepung komposit dari tiga jenis bahan pangan yaitu jagung, kedelai dan kacang hijau. Tepung ini memiliki kandungan gizi per 100 gr yaitu protein 18.9 gr, kalsium 94 mg, zat besi 4.9 mg, kalori 397 kalori, vitamin A 322 SI dan Vitamin B1 0.62 mg (Dinas Pertanian, 2008).
Layaknya tepung pada umumnya, Jalejo juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam olahan makanan dan dapat mensubtitusi tepung terigu. Karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi, Jalejo dapat dimanfaatkan sebagai tambahan makanan bayi dengan mencampur ke dalam bubur susu (MPASI). Selain itu penggunaan tepung jalejo sangat baik bagi penderita autis karena tidak mengandung terigu.
BPTP Jakarta telah melakukan kajian penggunaan tepung Jalejo terhadap produk makanan yang di bakar, goreng dan kukus. Makanan tersebut dalam bentuk cake, donat dan bolu kukus. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung Jalejo dapat menggantikan penggunaan terigu pada jenis olahan tersebut sebesar 30-60 persen dengan tingkat kesukaan yang masih diterima oleh konsumen.
Tepung jalejo juga dapat memberikan warna yang lebih cerah pada makanan yang dihasilkan karena adanya warna kuning dari tepung jagung, disamping itu karena bahan baku jalejo mengandung kadar gula sehingga dapat mengurangi penggunaan gula pada produk olahan. 
Seperti halnya dengan penggunaan tepung ubi jalar, dengan adanya hasil kajian ini banyak kelompok tani olahan yang mau mencoba menggunakan tepung jalejo untuk dibuat berbagai macam olahan. Pemda DKI Jakarta melalui Dinas dan Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan telah mulai memperkenalkan tepung jalejo sebagai bahan baku untuk membuat berbagai makanan.

Sabtu, 31 Maret 2012

Light Trap: Pemonitor dan Pengendali Serangga


(hms/27 Jan 2012)
Serangan hama tanaman tidak dapat dihindarkan. Namun bukan berarti tidak dapat dicegah sejak dini, salah satunya dengan menggunakan Lampu Perangkap.
Lampu perangkap merupakan suatu unit alat untuk menangkap atau menarik serangga yang tertarik cahaya pada waktu malam hari. Alat ini berfungsi untuk mengetahui keberadaan atau jumlah populasi serangga di lahan pertanian.
Komponen utama dari lampu perangkap atau yang dikenal juga dengan light trap ini yaitu lampu, corong dan kantung plastik, serta rangka beratap. Lampu, dengan daya minimal 100watt, berfungsi untuk menarik serangga pada waktu malam hari. Corong merupakan tempat masuknya serangga, kantung plastik berfungsi untuk menampung serangga yang tertangkap. Kemudian, rangka beratap fungsinya untuk melindungi lampu dan hasil tangkapan terutama dari hujan.

Cara kerja perangkap ini, lampu diletakkan di dalam lahan sawah di pinggir pematang. Letak bisa disesuaikan dengan kondisi tempat karena alat ini menggunakan lampu sehingga memerlukan sumber aliran listrik. Satu unit lampu perangkap sebagai monitoring dapat digunakan untuk luasan 300-500 ha, sedangkan untuk pengendalian seluas 50 ha.
Lampu dinyalakan setiap hari mulai dari pukul 6 pagi – 6 sore dan hasil tangkapan diambil setiap pagi kemudian diamati jenis serta jumlah serangga yang tertangkap.

Selain untuk monitoring, lampu perangkap tersebut juga sebagai pengendali. Mendeteksi dini wereng coklat imigran dan Ngengat penggerek batang padi sehingga dapat mengetahui datangnya hama imigran dan puncak tangkapan populasi suatu hama.
Rekomendasi waktu semai atau tanam adalah 15 hari setelah puncak hasil tangkapan. Untuk pengendalian penggerek batang padi, 4 hari setelah adanya penerbangan (hasil tangkapan) dilakukan penyemprotan insektisida. Pada saat kondisi lahan sedang bera atau pengolahan tanah, lampu perangkap digunakan terus untuk memantau perkembangan populasi serangga hama terutama wereng coklat dan penggerek batang.
Serangga-serangga yang dapat tertangkap antara lain wereng coklat (dewasa makroptera), Ngengat penggerek batang padi, orong-orong (anjing tanah), kepinding tanah (Scotinophara coarctata ), Coccinella Sp, Paederus Sp, Ophionea Sp, dan lain-lain.


Pada saat populasi tinggi, lampu perangkap di BB Padi Sukamandi dapat menangkap wereng coklat 376 ribu ekor /malam/unit, Ngengat penggerek batang padi kuning 12 ribu ekor/malam/unit dan kepinding tanah 146 ribu ekor/malam/unit.

Jumat, 30 Maret 2012

Cara Menghitung Kalori

Oleh: Hafiz Fajrin
Kalori merupakan satuan tenaga yang akan dibakar oleh tubuh. Banyaknya jumlah kalori yang dibutuhkan dapat berbeda-beda tiap orang. Hal ini karena kebutuhan akan energi yang berbeda yang dipengaruhi berat badan, jenis kelamin, umur dan jenis aktivitas fisik yang dilakukan.


By the way ada lho cara Untuk menghitung kebutuhan kalori kiita tiap harinya, atau itung-itung buat yang mao bikin program diet dengan ngurangin jumlah asupan kalori yang dikonsumsi. Caranya nih sebagai berikut :

Perhitungan pertama yang dilakukan adalah menghitung angka metabolisme basal (AMB). Rumusnya adalah:
AMB = 0,9 kkal x berat badan (dalam kg) x 24 jam
Untuk menghitung kebutuhan energi harian, maka angka AMB yang didapat kemudian dikalikan dengan variabel dari aktivitas fisik yang Anda lakukan. Aktivitas dan variabel yang dilakukan adalah sebagai berikut:
·         Ringan = 1,55
·         Sedang = 1,70
·         Berat = 2,00
Nah buat yang pada pengen diet cara penghitungannya, dari hasil perkalian yang tadi  dikurangin 500 kkal bagi yang pengen berat badannya turun sekitar 0,5 kg/minggu. Kalo pengen lebih dari itu juga terserah pembaca dan pelaku diet sih, yang penting jangan lupa yang paling penting olahraga. hehehe

Pesan Dari Sana

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.



“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Minggu, 06 November 2011

Dua Bulan Pertama Kuliah

Udah dua bulan gw kuliah di Jogja dan jauh dari orang tua, hidup sendirian, gak ada yang cerewet lagi. Walaupun baru dua bulan tapi waktu ini berasa lama banget, bukan karena gak betah sama kuliah atau gak cocok dengan lingkungannya. Baru kali ini gw ngerasa jauh banget dari orang tua dan orang-orang yang gw sayang, padahal masih bisa saling kontak lewat telepon tapi rasanya tetep beda. Walaupun udah sempet ditengokin dan pulang ke jakarta tapi tetep berasa ada yang kurang, buat gw saat ini ngerasa sepi dan berasa setiap hari bosen dan gak semangat. Emang sih karena ini masih baru dan masih dalam masa adaptasi.

Gw punya masalah dengan yang namanya adaptasi dan membaur dengan lingkungan baru, disaat temen-temen gw udah pada akrab. Gw masih jalan ditempat dan belum nemuin temen seperti yang gw punya di Jakarta yang membuat gw makin bosen dan sepi disini. Gw gak habis pikir kenapa gw begini, gw cuma mao nuangin semuanya dengan tulisan dari hati gw. Gimana gw mao maju dengan pikiran kayak gini. Gimana gw bisa kalah dengan keadaan sepele kayak gini. Gimana nantinya kalo nanti orang tua gw ninggalin gw buat selamanya. Gw harus kuat, gw emang cowok yang cenggeng tapi semua hal itu buat gw makin sayang sama orang tua mereka, makin menghargai mereka, dan gw gak mao sia-siain kepercayaan dari mereka.

Just be stronger and believe that behind you any people who you love support your ways.

Trik Bermain Rubik's Cube



Rubik’s Cube merupakan permainan klasik yang mungkin sudah lama dikenal karena unik dan merupakan permainan yang kurang lebih mirip dengan catur Karena sama-sama menggunakan strategi dan dengan menggunakan pikiran bukan menggunakan otot. Tapi gak semua bisa semudah itu bermain rubiks cube karena memang harus menggunakan trik tertentu untuk menyelesaikan rankaian kotak berwarna tersebut.

Jenis rubiks ada berbagai macam dan tiap jenis berbeda tingkat kesulitannya ada rubiks yang berukuran 3x3, 4x4, 5x5, 7x7, ada yang ditengahnya bolong ada yang berbentuk piramida, dan ada pula yang terdiri dari rangkaian gambar.

Nah baru-baru ini juga gw baru belajar bermain rubiks dan Alhamudulillah dalam waktu 2 hari gw dah bisa menyelesaikan permainan rubik’s.

Gw mao ngasih tips n trik (rumus) supaya kalian semua bisa melakukan permainan ini juga ., ok

Rumus 1
Pilihlah salah satu warna yang pertama kali ingin diselesaikan. Buat tanda plus pada bagian warna tersebut lalu, mulailah selesaikan warna tersebut. Pada rumus pertama ini yang paling dibutuhkan adalah logika kalian untuk menyelesaikan satu warna tersebut dan tidak terlalu membutuhkan rumus yang berbelit. Jika kalian benar maka pada tiap sisi samping warna yang kalian selesaikan akan membentuk huruf T

Rumus 2
Baliklah warna yang sudah diselesaikan sehingga warna pertama yang telah kalian selesaikan berada di bagian bawah. Lalu selanjutnya samakanlah warna pada sebanyak 2 baris hingga semua warna pada tiap 2 baris sama. Untuk menyelesaikannya lihat warna yang ingin diselesaikan jika berada di kiri gunakan rumus
Atas.kanan - kiri.atas - atas.kiri - kiri.bawah – atas.kiri – depan.kanan – atas.kanan – depan kiri
Jika berada di kanan gunakan rumus
Atas.kiri – kanan.atas – atas kanan – kanan.bawah – atas.kanan – depan kiri – atas.kiri – depan kanan

Rumus 3
Buat tanda + pada bagian atas rubiks dengan rumus
Depan.kanan – kanan.atas – atas.kiri – kanan.bawah – atas.kanan – depan.kiri

Rumus 4
Cari bagian warna yang bagian depan dan samping na warna atasnya sudah sama, lalu gunakan rumus :
Kanan.atas – atas.kiri – kanan.bawah – atas kiri – kanan.atas – atas kiri 2x – kanan bawah

Rumus 5
Setelah itu samakan bagian atas rubik, lalu cari ujung yang sama dan gunakan rumus
Atas.kiri – kanan.atas – atas.kanan – kiri.atas – atas.kiri – kanan.bawah - atas.kanan – kiri.bawah.

Rumus 6
Setelah semua ujung sama lalu gunakan rumus
Kanan.bawah – bawah.kiri – kanan.atas – bawah.kanan gunakan rumus ini seterusnya hingga seluruh bagian warna sama

Selamat Mencoba !!!!

Senin, 31 Oktober 2011

Tewasnya Marco Simoncelli


Pada ajang Moto GP seri terakhir di Sirkuit Sepang, Malaysia tanggal 23 Oktober 2011 terjadi insiden yang mengejutkan dan memprihatinkan seluruh pihak terutama para pecinta Moto GP. Pembalap dari tim Honda Gressini Marco Simoncelli tewas akibat kecelakaan di lintasan balap. Kecelakaan ini terjadi pada putaran kedua balapan, pada saat melewati tikungan ban motor Simoncelli selip sehingga Simoncelli tidak dapat mengendalikan motornya dan ia terjatuh ke arah jalur balap Collin Edward dan Valentinno Rossi, lalu tubuhnya tersambar oleh motor kedua pembalap tersebut. Collin Edward dan Valentino Rossi yang berada di belakang Simoncelli pun terkejut dan tanpa sengaja motor Collin Edward melindas badan Simoncelli, sedangkan motor Rossi melindas kepala Simoncelli hingga helm yang dipakai Simoncelli terlepas.  Pembalap flamboyan yang terkenal dengan rambut kribonya ini langsung terkapar di tengah lintasan balap dan langsung dibawa oleh tim medis ke pusat kesehatan yang ada di sirkuit Sepang. Satu jam setelah tragedi tersebut tepatnya pada pukul 16.56 waktu Sepang diberitakan Marco Simoncelli telah menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 24 tahun. Setelah berita tersebut disiarkan Race Dicertion langsung mengibarkan bendera merah yang menandakan balapan dihentikan. Tim Medis melansir penyebab kematian Marco Simoncelli akibat cedera di bagian kepala, leher, dan dada. Para pembalap Moto GP yang lain pun turut berduka cita atas kematian Marco, walaupun Super Sic julukan Marco Simoncelli adalah pembalap yang dikenal ugal-ugalan dan memiliki gaya balap yang membahayakan tetapi Marco adalah pembalap yang berbakat dan dapat bersaing dengan pemabalap lain yang lebih senior seperti Dani Pedrosa, Casey Stoner, dan Jorge Lorenzo.   

Sabtu, 29 Oktober 2011

Sepeda Kampus UGM


Pada tahun ajaran baru 2011/2012 Universitas Gajah Mada meluncurkan layanan terbarunya dalam bentuk transportasi yaitu sepeda kamus. Wow

Kebijakan ini diambil sebagai salah satu perwujudan visi pengembangan kampus dalam RIPK (Rencana Induk Pengembangan Kampus) yaitu Educopolis. Educopolis bermakna suatu lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran.

Tujuannya sudah pasti untuk menciptakan udara bersih di lingkungan kampus, serta memberikan layanan transportasi kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan dengan mudah dan pastinya gratis. Hehe

Selain itu tujuan lainnya adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh mahasiswa dan dosen UGM karena dinilai parkiran UGM sudah penuh. Bahkan untuk mendukung program ini mahasiswa baru angkatan tahun ini dilarang menggunakan kendaraan di lingkungan kampus.


Cara meminjamnya tentu sangat mudah cukup dengan mendaftar di stasiun sepeda terdekat dengan menuliskan nama dan waktu meminjam (belum tau apakah harus menunjukan kartu mahasisw juga atau nggak). Waktu peminjaman sepeda maksimal 30 menit dan dapat digunakan mulai pukul 06.30-16.00 kata na sih kedepan na jam operasional na mao diperpanjang sampe malem (takut banyak yang lembur kale ya).

Untuk sementara ini ada 8 titik stasiun yang ada, kedepan na mao ditambah rencananya, 8 titik tersebut diantaranya :
  1. Pos SKK Sektor Barat
  2. Perpustakaan Pusat
  3. Pos SKKK Sektor Timur (Lembah)
  4. Gelanggang Mahasiswa
  5. Fakultas Peternakan
  6. Perpustakaan Unit II
  7. KPTU Fakultas Teknik
  8. Fakultas Kedokteran Gigi

Ya mudah-mudahan program sepeda kampus ini sukses dan mendapat apresiasi dari segenap warga kampus, dan bisa mengakomodir semua yang berminat sama sepeda kampus. Kedepan na juga mudah-mudahan bisa ada program layanan transportasi lain seperti Bus Fakultas mengingat wilayah kampus yang cukup luas, hehe ini sih Cuma harapan penulis aja ya. Supaya UGM gak kalah sama universitas lain yang udah lebih maju dari bidang pelayanan transportasi dalam kampus.

Pertanian di Lahan Pasir



Pada area lahan pertanian sekarang semakin sempit, sehingga mungkin atau tidak mungkinnya teknologi baru di terapkan pada teknologi pertanian. Kegunaan pasir pantai dalam pertanian mulai di terapkan pada para petani. Lahan pasir pantai adalah Lahan pantai dicirikan oleh tekstur tanahnya yang berupa pasiran,struktur tanahnya lepas dan sangat porus,sehingga kemampuannya dalam menahan air rendah. Kondisi tersebut menjadi tidak menguntungkan bagi setiap upaya pemupukan, karena kebutuhan pupuk menjadi berlipat. Selain itu lahan pasir memiliki bahan organik dan nitrogen yang rendah. Lahan pasir seperti ini banyak kita temukan di daerah pantai salah satunya adalah daerah Kulon Progo.

Tanah jenis ini mempunyai kandungan bahan organik dan kesuburan yang rendah sehingga perlu dilakukan teknologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan di lahan pasir pantai adalah pemberian bahan organik, alas plastik, dan pemberian jerami diatas permukaan lahan sehingga dapat mengurangi evaporasi serta menjaga kestabilan suhu dan kelembaban tanah. Tanah pertanian membutuhkan keseimbangan antara partikel pasir, debu, dan lempung, sedangkan lahan pasir didominasi oleh pasir.



Penggunaan bahan organik, alas plastik, dan jerami dimaksudkan untuk mengurangi kehilangan air, karena kehilangan air pada tanah pasiran menyebabkan kurangnya ketersediaan air bagi tanaman. Upaya tersebut diharapkan dapat menaikkan produksi tanaman. Jerami mudah terdekomposisi, sehingga selain berfungsi sebagai penutup tanah juga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penggunaan bahan-bahan tersebut dapat bermanfaat bagi tanah untuk menjamin penyediaan unsur hara.
Selain itu jerami juga dapat mempertahankan kelembaban dan suhu tanah serta mengurangi kehilangan air melalui evapotranspirasi, Sehingga pemberian jerami dapat mengurangi kehilangan air dan menurunkan suhu di lahan pasir pantai akibatnya kondisi di sekitar tanaman mempunyai kelembaban lebih tinggi. Bila kelembaban dapat terjaga sesuai dengan kebutuhan tanaman, maka volume air yang diberikan bisa dikurangi dari volume air yang biasa diberikan oleh petani yang tidak memberikan jerami.

Sumber : agrilands.net dan solopos.com


Rabu, 26 Oktober 2011

Sejarah Perkembangan Manajemen


Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno  menagemen yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Seperti yang kita ketahui ilmu manajemen berkembang dan terus dipelajari hingga saat ini . Ilmu manajemen memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan proses pengaturan. Manajemen termasuk dalam ilmu sosial atau noneksakta yaitu ilmu yang berkaitan dengan IImu yang mempelajari seluruh gejala rnanusia dan eksistensinya dalam hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam tulisan ini dimuat tentang proses perkembangan (evolusi) ilmu manajemen dari zaman peradabaan kuno, era pemikiran awal manajemen, era manajemen sains, era manajemen manusia sosial, dan era manajemen modern.

Zaman Peradaban Kuno

Diperkirakan bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada sebuah pengaturan yang baik, perencanaan yang matang, pengorganisiran manusia dengan baik, pemilihan bahan baku, dan lain lain tanpa sebuah ilmu pengaturan (manajemen) yang mampu mengendalikan pembangunan piramida yang bahkan sampai sekarang masih berdiri tegak. Pembangunan piramida ini juga tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya seperti tugas seorang manajer.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut jadi model atau system perakitannya dilakukan secara bertahap sepanjang aliran kanal. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.

Era Pemikiran Awal Manajemen
Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan cara:
1.     meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja,
2.     menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan
3.     menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli. Pada era ini lebih dikenal dengan pendekatan proses dan produksi karena pada era ini adalah era industry.

Era Manajemen Sains
Era ini ditandai dengan berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur—seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, dan Harrington Emerson. Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah "penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan." Dalam hal ini dilakukan  suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas. Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu,
pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Adapun filsafat Taylor
memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :
1.     Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.
2.     Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan rnenempatkan pekerjaan yang
cocok untuk satu pekerjaan.
3.     Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.
4.     Kerjasama yang baik antara manajemen dengan pekerja.

Henry Gantt yang pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company menggagas ide bahwa seharusnya seorang mampu mandor memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) dan kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik untuk membantu manajemen yang disebut sebagai Gantt chart yang digunakan untuk merancang dan mengontrol pekerjaan.
Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.
Era ini juga ditandai dengan hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yang merupakan dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk "birokrasi yang ideal" itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan "Sains Manajemen", mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: "Konsep Korporasi" (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

Era manusia sosial
Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian yang dikenal sebagai eksperimen Hawthrone.
Eksperimen Hawthrone dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
Kontribusi lainnya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yang mendapatkan pendidikan di bidang filosofi dan ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku berjudul Creative Experience pada tahun 1924. Follet mengajukan suatu filosifi bisnis yang mengutamakan integrasi sebagai cara untuk mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adalah untuk menentukan tujuan organisasi dan mengintegrasikannya dengan tujuan individu dan tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir bahwa organisasi harus didasarkan pada etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer dan karyawan seharusnya memandang diri mereka sebagai mitra, bukan lawan.
Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yang menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka untuk merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi dan organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi "efektif-efisien".
Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, dan komunikasi merupakan elemen universal, sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.
Era moderen         
Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management—TQM) di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).
Deming, orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan, dengan cara :
1.     biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material,
2.     produktivitas meningkat,
3.     market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga,
4.     profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis,
5.     jumlah pekerjaan meningkat.
Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran. Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto." Dari teorinya, ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas. Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk. Area tersebut kemudian dianalisis, kemudian dibuat solusi, dan diimplementasikan.
Itulah sejarah perkembangan manajemen mulai dari awal kemunculannya sampai kepada manajemen yang kita pelajari sekarang ini. Pada intinya manajemen ada sikap atau tindakan kita dalam mengatur suatu hal agar persoalan atau hal tersebut dapat kita kendalikan dan kita kuasai baik itu dalam hal waktu, proses, atau hal lainnya. Manajemen yang paling penting bagi manusia adalah manajemen diri sendiri tanpa kita dapat memanajemen diri sendiri kita tidak dapat memanajemen hal lain.